Asal Usul Kata Syiah

Saat mengomentari tentang Hizbullah dengan Sayyid Hassan Nasrullahnya yang berhasil memukul mundur tentara Israel dalam perang 33 hari beberapa tahun lau seorang teman berkomentar, "Saya sangat kagum dengan kehebatan dan perjuangan Hizbullah, tapi sayang mereka orang Syiah". Pernyataan tersebut langsung saya sanggah dengan pernyataan saya, "Justru itu karena mereka orang Syiah!"

Kita semua sudah sama-sama tahu bahwa front terdepan perlawanan terhadap Israel dan Amerika adalah Iran. Hamas dan Hizbullah yang konfontatif terhadap Israel, yang dilatih, dipersenjatai dan didanai oleh Iran, Negara yang didominasi oleh para Mullah dan Ayatullah yang notabene adalah Syiah.

Satu hal lagi, saat Lebanon digempur habis-habisan oelh kekuatan Zionis Israel, saat Negara-negara Arab dan para ulama hanya berkomentar, Rahbar Ali Khamenei langsung mengeluarkan fatwa untuk ikut 'berperang' menghancurkan Amerika dengan cara tidak membeli produk-produk Amerika.

Dikabarkan dari negara-negara Arab yang banyak penduduk Syiahnya, produk-produk Amerika seperti Coca-cola, Marlboro dan lain-lain penjualannya menurun drastis, bahkan tempat-tempat makan fast food semisal Mc Donald dan sejenisnya konon banyak yang gulung tikar.

Disaat para tokoh-tokoh dan kelompok-kelompok Ahlusunnah saling berselisih bahkan ada yang mengkafirkan satu sama lain, saat para tokoh Ummat Islam bangsa Indonesia sibuk akan klaim kepemimpinannya masing-masing, Negara Iran yang mayoritas penduduknya Syiah sudah melatih 12 juta para Militernya, bahkan mereka sudah mempersiapkan persenjataan yang super canggih untuk melawan kekuatan Thagut Amerika sebagaimana yang Allah kehendaki.

"Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya...." (QS. Al-Anfaal 60).

Tentang persenjataan militernya, Pimpinan Garda Revolusi Muhammad Ali Jafari menyatakan, "Kami sudah tidak punya tempat yang memadai lagi untuk menyimpan rudal-rudal Kami".

Ya, mereka adalah orang-orang Syiah, julukan yang keluar dari mulut Arrasul SAWW sebagaimana yang akan saya paparkan:

Syiah dalam Hadist-Hadist Ahlussunnah:

Berbeda dengan kata "Ahlus Sunnah wa Al-Jama'ah," kata "Syiah" sudah ada/digunakan dari zaman dahulu kala. Di dalam Al-Quran misalnya, dalam surah Ash-Shaffat ayat 83: "Dan sungguh, salah satu Syiah (pengikut) nya adalah Ibrahim". Begitu pula yang disebutkan dalam surah Al-Qashash ayat 15: "...yang seorang dari Syiah (pengikut/golongan) nya dan seorang lagi dari musuhnya (kaum Fir'aun)".

Namun karena fokus dari tulisan ini adalah keterangan Nabi SAW dalam Hadits-Hadits Ahlusunnah, Berikut ini adalah Hadits-Hadits yang menerangkan tentang awal "sebutan" Syiah.
Al-Hafizh Abu Na'im adalah seorang Ulama Ahlussunnah yang disebutkan oleh para ulama bahwa ia adalah seorang "Mahkota Hadits" dan "Guru para Hadits Tsiqqat atau terpercaya".

Beliau dalam kitabnya Hilyah Al-Awliya' dengan sanad dari Ibn Abbas: Ketika turun ayat yang mulia:"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk". (QS. Al-Bayyinah 7), Rasulullah SAW bersabda kepada Ali ibn Abi Thalib AS, "Wahai Ali, itu adalah engkau dan pengikut (Syiah) mu. Engkau dan Syiahmu akan datang pada hari kiamat dalam keadaan Ridha dan di Ridhai". Hadits tersebut juga diriwayatkan oleh Abu Mu'ayyid ibn Ahmad Al-Khawarizmi dalam kitabnya Al-Manaqib pasal 17 tentang turunnya ayat tersebut.

Hadits senada juga terdapat dalam kitab Tadzkirah Khawwash Al-Ummah karya Sabath ibn Al-Jawzi, hlm. 56, yang sanadnya berasal dari Abu Sa'id Al-Khudri: Nabi SAW memandang kepada Ali ibn Abi Thalib, lalu bersabda: "Orang ini dan para pengikut (Syiah) mu adalah orang-orang yang mendapat kemenangan pada hari kiamat".

Abu Mu'ayyid ibn Ahmad Al-Khawarizmi dalam Al-Manaqib, pasal 9, Hadits No.10 dari Jabir ibn Abdullah Al-Anshari: Kami bersama Nabi SAWW, kemudian datang Ali ibn Abi Thalib. Beliau bersabda: Telah datang Saudaraku kepada kalian". Kemudian Beliau memukulkan tangannya. Beliau bersabda: "Demi yang diriku dalam kekuasaan-Nya, orang ini dan Syiahnya adalah orang-orang yang beroleh kemenangan pada hari kiamat". Kemudian, "Kemudian, ia adalah orang yang pertama yang beriman di antara kalian, yang paling setia menepati janji Allah, yang paling keras menegakkan perintah Allah, yang paling adil dalam memimpin, yang paling adil dalam membagi, dan yang paling agung keutamaannya di sisi Allah".

Perawi menambahkan kemudian turun ayat: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk (khayrulbariyyah)" Selanjutnya perawi berkata: Apabila Ali datang, para sahabat Muhammad SAW berkata: "Telah datang khayrulbariyyah".

Allamah Al-Kanji Asy-Syafi'i meriwayatkan dalam kitabnya Kifayah Ath-Thalib bab 62 dengan sanad dari Jabir ibn Abdallah Al-Anshari. Nabi SAW bersabda kepada Ali: "Engkau dan Syiahmu berada di surga". (Tarikh Baghdad, juz 2, hlm. 289).

Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Ali, engkau dan syiahmu kembali kepadaku di Al-Haudh dengan rasa puas dan wajah yang putih. Sedangkan musuh-musuh mereka kembali ke Al-Haudh dalam kehausan". (Ibnu Hajar, Ash-Shawaiq Al-Muhriqah, hlm. 66, cet. Al-Maimanah (Mesir); Allamah Shalih At-Turmudzi, Al-Manaqib Al-Murtadhawiyah, hlm. 101, cet. Bombay).

Nabi SAW bersabda kepada Ali Ali bin Abi Thalib: "...dan syiahmu berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya dengan wajah putih di sekelilingku. Aku memberikan syafaat kepada mereka. Maka mereka kelak di surga bertetangga denganku". (Al-Kanji Asy-Syafi'i, Kifayah Ath-Thalib, hlm. 135; Manaqib Ibnu Maghazali, hlm. 238).

Dari 'Ashim ibn Dhumrah dari Ali bin Abi Thalib: Rasulallah SAW bersabda: "Ada sebuah pohon yang aku adalah pangkalnya, Ali adalah cabangnya, Al-Hasan dan Al-Husain adalah buahnya, dan Syiah adalah daun-daunya. Tidak keluar sesuatu yang baik kecuali dari yang baik". (Al-Kanji Asy-Syafi'i, Kifayah Ath-Thalib, hlm. 98).

Diriwayatkan dari Nabi SAW: "Janganlah kalian merendahkan Syiah Ali, karena masing-masing dari mereka diberi syafaat seperti untuk Rabi'ah dan Mudhar". (Al-Hakim, Al-Mustadrak 3/160; Ibnu Asakir, Tarikh 4/318; Muhibbuddin, Ar-Riyadh An-Nadhrah 2/253; Ibnu Ash-Shabagh Al-Maliki, Al-Fushul Al-Muhimmah 11; Ash-Shafuri, Nazhah Al-Majalis 2/222; Allamah Al-Hindi, Intiha' Al-Afham, hlm. 19, cet. Lucknow; Al-Qunduzi Al-Hanafi, Yanabi Al-Mawaddah, hlm. 257, cet. Istanbul).

Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri: Nabi SAW memandang kepada Ali ibn Abi Thalib dan bersabda: "Orang ini dan Syiahnya adalah orang-orang yang mendapat kemenangan pada hari kiamat". (Sabath ibn Al-Jawzi, Tadzkirah Al-Khawwash, hlm. 59, cet. Aljir).

Diriwayatkan dari Anas ibn Malik: Rasulullah SAW bersabda: "Syiah Ali adalah orang-orang yang memperoleh kemenangan". (Ad-Dailami, Firdaws Al-Akhbar; Allamah Al-Mannawi, Kunuz Al-Haqa'iq, hlm. 88, cet. Bulaq; Al-Qunduzi Al-Hanafi, Yanabi Al-Mawaddah, hlm. 180, cet. Istanbul; Allamah Al-Hindi, Intiha Al-Afham, hlm. 222, cet. Nul Kesywar).

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas: Rasulullah SAW bersabda: Ali dan Syiahnya adalah orang-orang yang memperoleh kemenangan pada hari kiamat". (Allamah Al-Kasyafi At-Turmudzi, Al-Manaqib Al-Murtadhawiyah, hlm. 113, cet. Bombay; Al-Qunduzi Al-Hanafi, Yanabi Al-Mawaddah, hlm. 257; Allamah Al-Hindi, Intiha Al-Afham, hlm. 19).

Rasulullah SAW bersabda kepada Al bib Abi Thalib: "Engkau dan Syiahmu kembali kepadaku di Al-Haudh dalam keadaan puas". (As-Suyuthi, Ad-Durr Al-Mantsur 6/379, cet. Mesir; Al-Qunduzi, Yanabi Al-Mawaddah, hlm. 182).

Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Ali, empat orang pertama yang masuk surga adalah Aku, Engkau, Fathimah, Al-Hasan, dan Al-Husain. Keturunan kita menyusul di belakang kita. Istri-istri kita menyusul di belakang keturunan kita, dan Syiah kita di kanan dan kiri kita". (Tarikh Ibn Asakir, 4/318; Ibnu Hajar, Ash-Shawaiq, hlm. 96; Tadzkirah Al-Khawwash, hlm. 31; Majma Az-Zawa'id 9/131).

Diriwayatkan dari Asy-Sya'bi dari Ali AS: Rasulallah SAW bersabda: "Engkau dan syiahmu berada di surga". (Tarikh Baghdad, 12/289, cet. As-Sa'adah (Mesir); Akhthab Khawarizmi, Al-Manaqib, hlm. 67).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah: Rasulullah SAW bersabda kepada Ali: "Engkau bersamaku dan Syiahmu di surga". (Majma Az-Zawa'id, 9/173).

Anas meriwayatkan dari Nabi SAW: Beliau bersabda: "Jibril mengabarkan kepadaku dari Allah SWT bahwa Allah mencintai Ali dengan kecintaan yang tidak diberikan kepada malaikat, para Nabi, dan para Rosul. Tidak ada Tasbih yang ditujukan kepada Allah, melainkan darinya Dia menciptakan satu Malaikat yang memohonkan ampunan bagi orang yang mencintainya dan Syiahnya hingga hari kiamat". (Allamah Al-Kasyafi At-Turmudzi, Al-Manaqib Al-Murtadhawiyah, hlm. 116, cet. Bombay; Allamah Al-Qunduzi Al-Hanafi, Yanabi Al-Mawaddah, hlm. 256, cet. Istanbul tetapi tanpat kalimat "para Nabi dan para Rosul"). Dan seterusnya dan seterusnya..

Ketika Wahhabi Berdakwah tentang Syiah (dari situs tetangga)

Situs Al-Quran yang beralamatkan http://quran.al-islam.com dan di tangani oleh pemerintah Arab Saudi yang bermazhab Wahhabi, ikut Tabligh menyebarkan ajaran Syiah. Entah disadari atau tidak oleh Wahhabi, dalam situs tersebut, terdapat tafsir surah Al-Bayyinah ayat 7, yang menafsirkan bahwa sebaik-baik manusia adalah Ali AS dan pengikutnya.

Tafsir ini seperti yang terdapat dalam situs itu merujuk pada tafsir Ath-Thabari. Dikatakannya bahwa: إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ,أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk". أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ "Mereka itu adalah sebaik-baik makhluk".

Siapakah yang sebaik-baik makhluk itu?

Dalam tafsir Ath-Tabari yang diriwayatkan dari Ibnu Hamid mengatakan bahwa, Isa bin Farqad dari Abil Jarud dari Muhammadi bin Ali, Rasulullah mengatakan: أنت يا علي وشيعتك "Engkau, wahai Ali, dan Syiahmu (pengikutmu-red)".