Fosil Gajah Terbesar di Indonesia


Fosil Gajah Terbesar di Indonesia
Saat berjalan ke kebun bintang kalian pasti pernah melihat gajah. Gajah termasuk hewan yang berukuran sangat besar, dan ternyata pada zaman purba ukuran gajah jauh lebih besar dari sekarang.

Jika penasaran kalian bisa melihat fosil gajah yang ada di Museum Geologi, Bandung, Jawa Barat.

Fosil gajah yang terpisah dalam beberapa bagian tersebut akan dibentuk menjadi fosil yang utuh oleh para peneliti. Fosil tersebut diperkirakan fosil gajah terbesar yang ditemukan di tempat tropis dan terkubur di bawah sungai selama 200.000 tahun lalu.

Panjang gajah purba tersebut mencapai lima meter dan beratnya lebih dari 10 ton – sama dengan ukuran Mammoth. Untuk menyusun agar bentuknya dapat terlihat jelas, dibentuk tim yang terdiri dari 7 orang.

“Dari bentuk giginya menunjukkan bahwa gajah ini berasal dari zaman primitif atau zaman batu,” kata salah satu peneliti Fachroel Aziz.

Penemuan fosil gajah yang besar di daerah tropis seperti di Indonesia sangat jarang terjadi dan merupakan hal yang tidak umum. Menurut para peneliti fosil tersebut masih utuh karena terlindungi sedimen tanah.

Ekologi, perilaku dan cara hidup Kaki dan ekor komodo.



Ekologi, perilaku dan cara hidup
Kaki dan ekor komodo.

Komodo secara alami hanya ditemui di Indonesia, di pulau Komodo, Flores dan Rinca dan beberapa pulau lainnya di Nusa Tenggara.[18] Hidup di padang rumput kering terbuka, sabana dan hutan tropis pada ketinggian rendah, biawak ini menyukai tempat panas dan kering ini. Mereka aktif pada siang hari, walaupun terkadang aktif juga pada malam hari. Komodo adalah binatang yang penyendiri, berkumpul bersama hanya pada saat makan dan berkembang biak. Reptil besar ini dapat berlari cepat hingga 20 kilometer per jam pada jarak yang pendek; berenang dengan sangat baik dan mampu menyelam sedalam 4.5 meter;[19] serta pandai memanjat pohon menggunakan cakar mereka yang kuat.[7] Untuk menangkap mangsa yang berada di luar jangkauannya, komodo dapat berdiri dengan kaki belakangnya dan menggunakan ekornya sebagai penunjang.[17] Dengan bertambahnya umur, komodo lebih menggunakan cakarnya sebagai senjata, karena ukuran tubuhnya yang besar menyulitkannya memanjat pohon.

Untuk tempat berlindung, komodo menggali lubang selebar 1–3 meter dengan tungkai depan dan cakarnya yang kuat.[20] Karena besar tubuhnya dan kebiasaan tidur di dalam lubang, komodo dapat menjaga panas tubuhnya selama malam hari dan mengurangi waktu berjemur pada pagi selanjutnya.[21] Komodo umumnya berburu pada siang hingga sore hari, tetapi tetap berteduh selama bagian hari yang terpanas.[22] Tempat-tempat sembunyi komodo ini biasanya berada di daerah gumuk atau perbukitan dengan semilir angin laut, terbuka dari vegetasi, dan di sana-sini berserak kotoran hewan penghuninya. Tempat ini umumnya juga merupakan lokasi yang strategis untuk menyergap rusa.[23]
[sunting] Perilaku makan
Komodo di Rinca.

Komodo adalah hewan karnivora. Walaupun mereka kebanyakan makan daging bangkai,[4] penelitian menunjukkan bahwa mereka juga berburu mangsa hidup dengan cara mengendap-endap diikuti dengan serangan tiba-tiba terhadap korbannya. Ketika mangsa itu tiba di dekat tempat sembunyi komodo, hewan ini segera menyerangnya pada sisi bawah tubuh atau tenggorokan.[11] Komodo dapat menemukan mangsanya dengan menggunakan penciumannya yang tajam, yang dapat menemukan binatang mati atau sekarat pada jarak hingga 9,5 kilometer.[11]
Komodo muda di Rinca yang makan bangkai kerbau.

Reptil purba ini makan dengan cara mencabik potongan besar daging dan lalu menelannya bulat-bulat sementara tungkai depannya menahan tubuh mangsanya. Untuk mangsa berukuran kecil hingga sebesar kambing, bisa jadi dagingnya dihabiskan sekali telan. Isi perut mangsa yang berupa tumbuhan biasanya dibiarkan tak disentuh.[23] Air liur yang kemerahan dan keluar dalam jumlah banyak amat membantu komodo dalam menelan mangsanya. Meski demikian, proses menelan tetap memakan waktu yang panjang; 15–20 menit diperlukan untuk menelan seekor kambing. Komodo terkadang berusaha mempercepat proses menelan itu dengan menekankan daging bangkai mangsanya ke sebatang pohon, agar karkas itu bisa masuk melewati kerongkongannya. Dan kadang-kadang pula upaya menekan itu begitu keras sehingga pohon itu menjadi rebah.[23] Untuk menghindari agar tak tercekik ketika menelan, komodo bernafas melalui sebuah saluran kecil di bawah lidah, yang berhubungan langsung dengan paru-parunya.[11] Rahangnya yang dapat dikembangkan dengan leluasa, tengkoraknya yang lentur, dan lambungnya yang dapat melar luar biasa memungkinkan komodo menyantap mangsa yang besar, hingga sebesar 80% bobot tubuhnya sendiri dalam satu kali makan.[24][6] Setelah makan, komodo menyeret tubuhnya yang kekenyangan mencari sinar matahari untuk berjemur dan mempercepat proses pencernaan. Kalau tidak, makanan itu dapat membusuk dalam perutnya dan meracuni tubuhnya sendiri. Dikarenakan metabolismenya yang lamban, komodo besar dapat bertahan dengan hanya makan 12 kali setahun atau kira-kira sekali sebulan.[11] Setelah daging mangsanya tercerna, komodo memuntahkan sisa-sisa tanduk, rambut dan gigi mangsanya, dalam gumpalan-gumpalan bercampur dengan lendir berbau busuk, gumpalan mana dikenal sebagai gastric pellet. Setelah itu komodo menyapukan wajahnya ke tanah atau ke semak-semak untuk membersihkan sisa-sisa lendir yang masih menempel; perilaku yang menimbulkan dugaan bahwa komodo, sebagaimana halnya manusia, tidak menyukai bau ludahnya sendiri.[11]

Dalam kumpulan, komodo yang berukuran paling besar biasanya makan lebih dahulu, diikuti yang berukuran lebih kecil menurut hirarki. Jantan terbesar menunjukkan dominansinya melalui bahasa tubuh dan desisannya; yang disambut dengan bahasa yang sama oleh jantan-jantan lain yang lebih kecil untuk memperlihatkan pengakuannya atas kekuasaan itu. Komodo-komodo yang berukuran sama mungkin akan berkelahi mengadu kekuatan, dengan cara semacam gulat biawak, hingga salah satunya mengaku kalah dan mundur; meskipun adakalanya yang kalah dapat terbunuh dalam perkelahian dan dimangsa oleh si pemenang.[11]

Mangsa biawak komodo amat bervariasi, mencakup aneka avertebrata, reptil lain (termasuk pula komodo yang bertubuh lebih kecil), burung dan telurnya, mamalia kecil, monyet, babi hutan, kambing, rusa, kuda, dan kerbau. Komodo muda memangsa serangga, telur, cecak, dan mamalia kecil.[4][24] Kadang-kadang komodo juga memangsa manusia dan mayat yang digali dari lubang makam yang dangkal.[17] Kebiasaan ini menyebabkan penduduk pulau Komodo menghindari tanah berpasir dan memilih mengubur jenazah di tanah liat, serta menutupi atasnya dengan batu-batu agar tak dapat digali komodo.[23] Ada pula yang menduga bahwa komodo berevolusi untuk memangsa gajah kerdil Stegodon yang pernah hidup di Flores.[25] Komodo juga pernah teramati ketika mengejutkan dan menakuti rusa-rusa betina yang tengah hamil, dengan harapan agar keguguran dan bangkai janinnya dapat dimangsa; suatu perilaku yang juga didapati pada predator besar di Afrika.[25]

Karena tak memiliki sekat rongga badan, komodo tak dapat menghirup air atau menjilati air untuk minum (seperti kucing). Alih-alih, komodo ‘mencedok’ air dengan seluruh mulutnya, lalu mengangkat kepalanya agar air mengalir masuk ke perutnya.[11]
[sunting] Bisa dan bakteri

Pada akhir 2005, peneliti dari Universitas Melbourne, Australia, menyimpulkan bahwa biawak Perentie (Varanus giganteus) dan biawak-biawak lainnya, serta kadal-kadal dari suku Agamidae, kemungkinan memiliki semacam bisa. Selama ini diketahui bahwa luka-luka akibat gigitan hewan-hewan ini sangat rawan infeksi karena adanya bakteria yang hidup di mulut kadal-kadal ini, akan tetapi para peneliti ini menunjukkan bahwa efek langsung yang muncul pada luka-luka gigitan itu disebabkan oleh masuknya bisa berkekuatan menengah. Para peneliti ini telah mengamati luka-luka di tangan manusia akibat gigitan biawak Varanus varius, V. scalaris dan komodo, dan semuanya memperlihatkan reaksi yang serupa: bengkak secara cepat dalam beberapa menit, gangguan lokal dalam pembekuan darah, rasa sakit yang mencekam hingga ke siku, dengan beberapa gejala yang bertahan hingga beberapa jam kemudian.[26] Sebuah kelenjar yang berisi bisa yang amat beracun telah berhasil diambil dari mulut seekor komodo di Kebun Binatang Singapura, dan meyakinkan para peneliti akan kandungan bisa yang dipunyai komodo[27].

Di samping mengandung bisa, air liur komodo juga memiliki aneka bakteri mematikan di dalamnya; lebih dari 28 bakteri Gram-negatif dan 29 Gram-positif telah diisolasi dari air liur ini.[28] Bakteri-bakteri tersebut menyebabkan septikemia pada korbannya; jika gigitan komodo tidak langsung membunuh mangsa dan mangsa itu dapat melarikan diri, umumnya mangsa yang sial ini akan mati dalam waktu satu minggu akibat infeksi. Bakteri yang paling mematikan di air liur komodo agaknya adalah bakteri Pasteurella multocida yang sangat mematikan; diketahui melalui percobaan dengan tikus laboratorium.[29] Karena komodo nampaknya kebal terhadap mikrobanya sendiri, banyak penelitian dilakukan untuk mencari molekul antibakteri dengan harapan dapat digunakan untuk pengobatan manusia.[30]
[sunting] Reproduksi
Pada gambar ini, ekor dan cakar komodo dapat terlihat dengan jelas.
Komodo yang tidur. Perhatikan kukunya yang besar. Kukunya digunakan untuk bertempur dan makan.

Musim kawin terjadi antara bulan Mei dan Agustus, dan telur komodo diletakkan pada bulan September.[19] Selama periode ini, komodo jantan bertempur untuk mempertahankan betina dan teritorinya dengan cara "bergulat" dengan jantan lainnya sambil berdiri di atas kaki belakangnya. Komodo yang kalah akan terjatuh dan "terkunci" ke tanah. Kedua komodo jantan itu dapat muntah atau buang air besar ketika bersiap untuk bertempur.[17] Pemenang pertarungan akan menjentikkan lidah panjangnya pada tubuh si betina untuk melihat penerimaan sang betina.[6] Komodo betina bersifat antagonis dan melawan dengan gigi dan cakar mereka selama awal fase berpasangan. Selanjutnya, jantan harus sepenuhnya mengendalikan betina selama bersetubuh agar tidak terluka. Perilaku lain yang diperlihatkan selama proses ini adalah jantan menggosokkan dagu mereka pada si betina, garukan keras di atas punggung dan menjilat.[31] Kopulasi terjadi ketika jantan memasukan salah satu hemipenisnya ke kloaka betina.[14] Komodo dapat bersifat monogamus dan membentuk "pasangan," suatu sifat yang langka untuk kadal.[17][24]

Betina akan meletakkan telurnya di lubang tanah, mengorek tebing bukit atau gundukan sarang burung gosong berkaki-jingga yang telah ditinggalkan. Komodo lebih suka menyimpan telur-telurnya di sarang yang telah ditinggalkan.[32] Sebuah sarang komodo rata-rata berisi 20 telur yang akan menetas setelah 7–8 bulan.[17] Betina berbaring di atas telur-telur itu untuk mengerami dan melindunginya sampai menetas di sekitar bulan April, pada akhir musim hujan ketika terdapat sangat banyak serangga.[19]

Proses penetasan adalah usaha melelahkan untuk anak komodo, yang keluar dari cangkang telur setelah menyobeknya dengan gigi telur yang akan tanggal setelah pekerjaan berat ini selesai. Setelah berhasil menyobek kulit telur, bayi komodo dapat berbaring di cangkang telur mereka untuk beberapa jam sebelum memulai menggali keluar sarang mereka. Ketika menetas, bayi-bayi ini tak seberapa berdaya dan dapat dimangsa oleh predator.[11]

Komodo muda menghabiskan tahun-tahun pertamanya di atas pohon, tempat mereka relatif aman dari predator, termasuk dari komodo dewasa yang kanibal, yang sekitar 10% dari makanannya adalah biawak-biawak muda yang berhasil diburu.[33][17] Komodo membutuhkan tiga sampai lima tahun untuk menjadi dewasa, dan dapat hidup lebih dari 50 tahun.[20]

Di samping proses reproduksi yang normal, terdapat beberapa contoh kasus komodo betina menghasilkan anak tanpa kehadiran pejantan (partenogenesis), fenomena yang juga diketahui muncul pada beberapa spesies reptil lainnya seperti pada Cnemidophorus.[7]
[sunting] Partenogenesis
Bayi komodo partenogenetik di Kebun Binatang Chester, Inggris.

Sungai, seekor komodo di Kebun Binatang London, telah bertelur pada awal tahun 2006 setelah dipisah dari jantan selama lebih dari dua tahun. Ilmuwan pada awalnya mengira bahwa komodo ini dapat menyimpan sperma beberapa lama hasil dari perkawinan dengan komodo jantan di waktu sebelumnya, suatu adaptasi yang dikenal dengan istilah superfekundasi.[34]

Pada tanggal 20 Desember 2006, dilaporkan bahwa Flora, komodo yang hidup di Kebun Binatang Chester, Inggris adalah komodo kedua yang diketahui menghasilkan telur tanpa fertilisasi (pembuahan dari perkawinan): ia mengeluarkan 11 telur, dan 7 di antaranya berhasil menetas.[35] Peneliti dari Universitas Liverpool di Inggris utara melakukan tes genetika pada tiga telur yang gagal menetas setelah dipindah ke inkubator, dan terbukti bahwa Flora tidak memiliki kontak fisik dengan komodo jantan. Setelah temuan yang mengejutkan ini, pengujian lalu dilakukan terhadap telur-telur Sungai dan mendapatkan bahwa telur-telur itupun dihasilkan tanpa pembuahan dari luar.[36]
Bayi komodo partenogenetik di Kebun Binatang Chester, Inggris.

Komodo memiliki sistem penentuan seks kromosomal ZW, bukan sistem penentuan seks XY. Keturunan Flora yang berkelamin jantan, menunjukkan terjadinya beberapa hal. Yalah bahwa telur Flora yang tidak dibuahi bersifat haploid pada mulanya dan kemudian menggandakan kromosomnya sendiri menjadi diploid; dan bahwa ia tidak menghasilkan telur diploid, sebagaimana bisa terjadi jika salah satu proses pembelahan-reduksi meiosis pada ovariumnya gagal. Ketika komodo betina (memiliki kromosom seks ZW) menghasilkan anak dengan cara ini, ia mewariskan hanya salah satu dari pasangan-pasangan kromosom yang dipunyainya, termasuk satu dari dua kromosom seksnya. Satu set kromosom tunggal ini kemudian diduplikasi dalam telur, yang berkembang secara partenogenetika. Telur yang menerima kromosom Z akan menjadi ZZ (jantan); dan yang menerima kromosom W akan menjadi WW dan gagal untuk berkembang.[37]

Diduga bahwa adaptasi reproduktif semacam ini memungkinkan seekor hewan betina memasuki sebuah relung ekologi yang terisolasi (seperti halnya pulau) dan dengan cara partenogenesis kemudian menghasilkan keturunan jantan. Melalui perkawinan dengan anaknya itu di saat yang berikutnya hewan-hewan ini dapat membentuk populasi yang bereproduksi secara seksual, karena dapat menghasilkan keturunan jantan dan betina.[37] Meskipun adaptasi ini bersifat menguntungkan, kebun binatang perlu waspada kerena partenogenesis mungkin dapat mengurangi keragaman genetika.[38]

Pada 31 Januari 2008, Kebun Binatang Sedgwick County di Wichita, Kansas menjadi kebun binatang yang pertama kali mendokumentasi partenogenesis pada komodo di Amerika. Kebun binatang ini memiliki dua komodo betina dewasa, yang salah satu di antaranya menghasilkan 17 butir telur pada 19-20 Mei 2007. Hanya dua telur yang diinkubasi dan ditetaskan karena persoalan ketersediaan ruang; yang pertama menetas pada 31 Januari 2008, diikuti oleh yang kedua pada 1 Februari. Kedua anak komodo itu berkelamin jantan.[39][40]

Biawak komodo


Biawak komodo

Untuk kegunaan lain dari Komodo, lihat Komodo (disambiguasi).
?Komodo
Varanus komodoensis1.jpg
Status konservasi
Status iucn3.1 VU.svg
Rentan (IUCN 3.1)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Upaordo: Autarchoglossa
Famili: Varanidae
Genus: Varanus
Spesies: V. komodoensis
Nama binomial
Varanus komodoensis
Ouwens, 1912
Distribusi komodo
Distribusi komodo

Komodo, atau yang selengkapnya disebut biawak komodo (Varanus komodoensis[1]), adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara.[2] Biawak ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora.[3]

Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo merupakan kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil.[4][5] Karena besar tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup.[6]

Komodo ditemukan oleh peneliti barat tahun 1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo, didirikan untuk melindungi mereka.

ular terbesar



Anaconda Hijau (Eunectes Murinus) masih termasuk keluarga Boa. Ular Amerika Selatan ini termasuk ular terbesar di dunia. Sepupunya, Phyton, mempunyai tubuh yang sangat panjang tapi dengan tubuh besarnya, anaconda hijau, nampak 2 kali lebih besar.


Anaconda Hijau dapat tumbuh lebih dari 29 feet atau 8,8 meter dengan berat lebih dari 550 pon atau 227 kg dan diameter kurang lebih 12 inci atau 30 cm. Diantara kerabat anaconda, anaconda hijau lah yang paling besar. Ukuran tubuh betinanya lebih besar daripada yang jantan. Anaconda hidup di rawa-rawa, air yang arusnya lemah, Kebanyakan ditemukan di lembah sungai Amazon dan Orinoco.

Pemain Terbaik Dunia FIFA

Pemain Terbaik Dunia FIFA
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Pemain Terbaik Dunia FIFA adalah penghargaan yang diberikan kepada pemain sepak bola yang diadakan setiap tahunnya oleh FIFA. Para pemilihnya adalah pelatih kompeten dan wartawan dari seluruh dunia, yang berjumlah 50.000 orang. Tahun 2009 ini, pemain terbaik pria diraih Lionel Messi, berkebangsaan Argentina, dari klub Spanyol, Barcelona.
[sunting] Daftar
[sunting] Daftar pemain terbaik pria
Tahun Peringkat Nama Pemain Kebangsaan Klub Posisi
2009 1 Lionel Messi Flag of Argentina.svg Argentina Flag of Spain.svg Barcelona Penyerang
2 Cristiano Ronaldo Flag of Portugal.svg Portugal Flag of England.svg Manchester United Gelandang
3 Xavi Flag of Spain.svg Spanyol Flag of Spain.svg Barcelona Gelandang
2008 1 Cristiano Ronaldo Flag of Portugal.svg Portugal Flag of England.svg Manchester United Gelandang
2 Lionel Messi Flag of Argentina.svg Argentina Flag of Spain.svg FC Barcelona Penyerang
3 Fernando Torres Flag of Spain.svg Spanyol Flag of England.svg Liverpool Penyerang
2007 1 Kaká Flag of Brazil.svg Brazil Flag of Italy.svg AC Milan Gelandang
2 Lionel Messi Flag of Argentina.svg Argentina Flag of Spain.svg FC Barcelona Penyerang
3 Cristiano Ronaldo Flag of Portugal.svg Portugal Flag of England.svg Manchester United Gelandang
2006 1 Fabio Cannavaro Flag of Italy.svg Italia Flag of Spain.svg Real Madrid
Flag of Italy.svg Juventus F.C. Bek
2 Zinedine Zidane Flag of France.svg Perancis Flag of Spain.svg Real Madrid Gelandang
3 Ronaldinho Flag of Brazil.svg Brazil Flag of Spain.svg FC Barcelona Gelandang
2005 1 Ronaldinho Flag of Brazil.svg Brazil Flag of Spain.svg FC Barcelona Gelandang
2 Frank Lampard Flag of England.svg Inggris Flag of England.svg Chelsea Gelandang
3 Samuel Eto'o Flag of Cameroon.svg Kamerun Flag of Spain.svg FC Barcelona Striker
2004 1 Ronaldinho Flag of Brazil.svg Brazil Flag of Spain.svg FC Barcelona Gelandang
2 Thierry Henry Flag of France.svg Perancis Flag of England.svg Arsenal Striker
3 Andriy Shevchenko Flag of Ukraine.svg Ukraina Flag of Italy.svg AC Milan Striker
2003 1 Zinedine Zidane Flag of France.svg Perancis Flag of Spain.svg Real Madrid Gelandang
2 Thierry Henry Flag of France.svg Perancis Flag of England.svg Arsenal Striker
3 Ronaldo Flag of Brazil.svg Brazil Flag of Spain.svg Real Madrid Striker
2002 1 Ronaldo Flag of Brazil.svg Brazil Flag of Spain.svg Real Madrid Striker
2 Oliver Kahn Flag of Germany.svg Jerman Flag of Germany.svg Bayern Munich Kiper
3 Zinedine Zidane Flag of France.svg Perancis Flag of Spain.svg Real Madrid Gelandang
2001 1 Luís Figo Flag of Portugal.svg Portugal Flag of Spain.svg Real Madrid Gelandang
2 David Beckham Flag of England.svg Inggris Flag of England.svg Manchester United Gelandang
3 Raúl Flag of Spain.svg Spanyol Flag of Spain.svg Real Madrid Striker
2000 1 Zinedine Zidane Flag of France.svg Perancis Flag of Italy.svg Juventus F.C. Gelandang
2 Luís Figo Flag of Portugal.svg Portugal Flag of Spain.svg Real Madrid Gelandang
3 Rivaldo Flag of Brazil.svg Brazil Flag of Spain.svg FC Barcelona Gelandang
1999 1 Rivaldo Flag of Brazil.svg Brazil Flag of Spain.svg FC Barcelona Gelandang
2 David Beckham Flag of England.svg Inggris Flag of England.svg Manchester United Gelandang
3 Gabriel Batistuta Flag of Argentina.svg Argentina Flag of Italy.svg AC Fiorentina Striker
1998 1 Zinedine Zidane Flag of France.svg Perancis Flag of Italy.svg Juventus F.C. Gelandang
2 Ronaldo Flag of Brazil.svg Brazil Flag of Italy.svg F.C. Internazionale Striker
3 Davor Šuker Flag of Croatia.svg Kroasia Flag of Spain.svg Real Madrid Striker
1997 1 Ronaldo Flag of Brazil.svg Brazil Flag of Italy.svg F.C. Internazionale
Flag of Spain.svg FC Barcelona Striker
2 Roberto Carlos Flag of Brazil.svg Brazil Flag of Spain.svg Real Madrid Defender
3
(tie) Dennis Bergkamp Flag of the Netherlands.svg Belanda Flag of England.svg Arsenal Striker
Zinedine Zidane Flag of France.svg Perancis Flag of Italy.svg Juventus F.C. Gelandang
1996 1 Ronaldo Flag of Brazil.svg Brazil Flag of Spain.svg FC Barcelona
Flag of the Netherlands.svg PSV Striker
2 George Weah Flag of Liberia.svg Liberia Flag of Italy.svg A.C. Milan Striker
3 Alan Shearer Flag of England.svg Inggris Flag of England.svg Newcastle United
Flag of England.svg Blackburn Striker
1995 1 George Weah Flag of Liberia.svg Liberia Flag of Italy.svg A.C. Milan Striker
2 Paolo Maldini Flag of Italy.svg Italia Flag of Italy.svg A.C. Milan Defender
3 Jürgen Klinsmann Flag of Germany.svg Jerman Flag of Germany.svg Bayern Munich
Flag of England.svg Tottenham Hotspur Striker
1994 1 Romário Flag of Brazil.svg Brazil Flag of Spain.svg FC Barcelona Striker
2 Hristo Stoichkov Flag of Bulgaria.svg Bulgaria Flag of Spain.svg FC Barcelona Striker
3 Roberto Baggio Flag of Italy.svg Italia Flag of Italy.svg Juventus F.C. Striker
1993 1 Roberto Baggio Flag of Italy.svg Italia Flag of Italy.svg Juventus F.C. Striker
2 Romário Flag of Brazil.svg Brazil Flag of Spain.svg FC Barcelona Striker
3 Dennis Bergkamp Flag of the Netherlands.svg Belanda Flag of Italy.svg F.C. Internazionale
Flag of the Netherlands.svg Ajax Amsterdam Striker
1992 1 Marco van Basten Flag of the Netherlands.svg Belanda Flag of Italy.svg A.C. Milan Striker
2 Hristo Stoichkov Flag of Bulgaria.svg Bulgaria Flag of Spain.svg FC Barcelona Striker
3 Thomas Häßler Flag of Germany.svg Jerman Flag of Italy.svg AS Roma Gelandang
1991 1 Lothar Matthäus Flag of Germany.svg Jerman Flag of Italy.svg F.C. Internazionale Gelandang
2 Jean-Pierre Papin Flag of France.svg Perancis Flag of France.svg Olympique Marseille Striker
3 Gary Lineker Flag of England.svg Inggris Flag of England.svg Tottenham Hotspur Striker